39 Comments

  1. Prameswara Hadi said:

    dear penulis,
    jika ada contoh kasus seperti ini:
    si A memberikan pinjaman kepada si B sebesar 1(satu) juta, dengan akad perjanjian pengembalian oleh si B sebesar 40ribu per hari selama 30 hari.
    contoh kasus tersebut apakah termasuk riba atau tidak ?
    terima kasih penjelasan nya.

  2. dina said:

    Mohon bertanya misal kita ikut nanam modal 500 ribu, lalu atas modal /investasi itu kita diberi penghasilan 1% perhari, 1 % perhari itu dibagikan setiap bulan selama 7 bulan. Jadi uang dari 500 ribu selama 7 bulan menjadi 1juta 50ribu, mohon penjelasannya..

  3. Sasha said:

    Terimakasih, sangat bermanfaat.

  4. ivan said:

    penambahan profit seperti apa yang tidak dilarang secara syari ?

  5. nurul said:

    Asalamualaikum, saya mau tanya
    Apakah hukum yang dikenakan kepada orang yang pinjam duit yang ada bunga nya tsb?

    • PINJAMAN dan syarat pengembaliannya ada TAMBAHAN atau BUNGA itu sudah termasuk RIBA dan hukumnya HARAM…..

  6. Ode said:

    Si A jual mobil kalo beli kontan harganya 100jt, tapi kalo di cicil jadi 120 juta. Apakah termasuk riba ?

  7. hery said:

    ijin bertanya..perbedaan nyata antara riba/bunga bank konvensional dan margin d bank syariah..krna kadang orang awam melihatnya sama saja..

  8. totong ahyat said:

    Ass bagamana dengan penyertaan modal. Dri pihak A ke pihak B.kemudian pihak B menggolangkan modal dri pihak A kemudian pihak B memberikan profit yg ditentukan dri pengolanhan modal pihak A.itu termasuk riba apa bukan

  9. Toni Mirwan said:

    Info donk…bila dlm jual beli utk menaikan jumlah nominal harga dr hrga sebenarnya pada nota apa itu termasuk riba.

  10. Wahyu said:

    Jadi Riba itu sebatas UTANG PIUTANG dan JUAL BELI? Apakah ada Riba dalam bentuk selain itu?

  11. dita ardina said:

    Bagaimana dengan keuntungan dalam jual beli? Apakah keuntungan yang ditentukan penjual misalkan melebihi harga modal termasuk riba?

  12. erick said:

    Tapi asal tidak ada yg saling d rugikan sih sepertinya tidak riba.. Setiap orang pasti punya kebutuhan mendadak,klo sudah mendesak mau pinjam kemana lagi? Ketetangga?? Yg ada malah d omong..!! Asalkan ada sebuah kesepakatan yg deal,sepertinya malah bisa saling membantu..!!

    • Tetap gak boleh ya mas, walaupun saling deal dan gak ada paksaan… Setiap larangan Allah, pasti ada MUDHARAT didalamnya. Kalo niat untuk menjauhi larangan Allah Insyallah dimudahkan dalam segala urusan

  13. asrul sani said:

    Assalammuallaikum.. ustd sy profesi penjual mobil scara krrdit dan sy menerima uang dr bank pemberi kredit kepada pembeli mobil sy berupa (refund bunga). Pertanyaannya.. apakah sy bisa dikenakan kategori pemakan riba. Dan apabil sy tdak mengambil keuntungan atau refund bunga dr bank tp sy yg membantu prosesnya bisa dikenakan pelaki riba juga? Trimakasih. Wassalammuallaikum wr. Wb.

  14. Dwi jauhari said:

    Bang. Jika emas sebagai jaminan untuk meminjam uang ,(gadai) perlu diketahui bahwa jika menggadai di pegadaian ada bunga yg dikenakan. Adanya denda keterlambatan .termasukkah riba. Mohon pencerahan bang

  15. hardi said:

    Menghindari Riba, ehhh malah ketipu jutaan rupiah.
    Apa solusinya?

  16. Armadani said:

    Ustadz, saya buka tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Bab Riba adalah bab yang paling sulit menurut kebanyakan Ahli ilmu agama. Disitu juga disampaikan bahwa ayat ayat ttg riba diturunkan di akhir sebelum Rasulullah wafat. Artinya masalah riba ini masih menyisakan banyak perbedaan pendapat, apalagi Rasulullah tidak banyak meninggalkan penjelasan soal riba ini. Ada 2 hal ug saya pertanyakan disini :
    1. Ada 8 ayat yang menjelaskan tentang riba Al Baqarah 275 -279, Ali Imran : 130 , An Nissa : 161, Ar Rum : 39 ditafsirkan bahwa yg dikenakan hukum riba adalah si pemberi hutang. Peringatan peringatan tersebut mengarah pada perilaku org yang meminjamkan hartanya kpd orng lain shg menyebabkan riba terjadi.
    2. Pertanyaan kedua adalah bahwa kita hidup skr ini di zaman ekonomi sekuler dengan sistem keuangan yg berbeda dengan abad ke VII yg menggunakan mata uang logam emas dg nilai intrinsiknya tetap,sedangkan uang kita skr tdk memiliki nilai intrinsik. Bagaiman kita menjalankan bisnis syariah jika mata uangnya bersifat riba……..
    mau keluar dai ekonomi sekuler ….? jelas tidak bisa……
    apalagi teknologi canggih yg menggunakan fiat money dimana kita sama sekali tidak pernah melihat wujud fisisk uang yg kita belanjakan…..padahal Rasulullah tidak pernah memberiikan tuntunannya……..Nah pusing Loe…..

  17. nuem said:

    Syukron Gans .. Numpang Copas

  18. Iah said:

    Assalamu’alaikum…dear penulis saya mau tanya jika kita menyimpan/menginvestasikan uang pada suatu koprasi dengan suku bunga 10%/bln dr uang yg kita inveskan,apa itu juga termasuk riba?

  19. zahro said:

    Tanah kavlingan klo kontan hargax 45, klo kredit hargax 47 dcicil slama 2thn.. klo kredit apa hukumx ruba?

  20. Dinda said:

    Mau nanya, kalo kita belanja tapi dengan niat pengen jual lagi dg harga yang lebih tinggi, padahal barang tersebut sangat diperebutkan orang banyak sampai sampai ada yg rela bayar mahal demi dapet barang tsbt, itu hukumnya bagaimana. ?

  21. Ohdroid said:

    Semoga kita terhindar dr harta2 yg bersifat ribawi,
    Trims atas share nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *