Pengertian Riba dan Hukum Riba yang Harus Diketahui

Kesempatan kali ini saya akan mencoba menulis tentang pengertian riba, pengertian riba dari segi bahasa adalah “tambah”, karena salah satu pengertian riba adalah meminta tambahan dari sesuatu yang dihutangkan.

Riba ini merupakan sistem ekonomi kapitalis yang menyebabkan berdampak buruknya ekonomi masyarakat, bagaimana tidak betapa banyak sistem riba yang telah meruntuhkan bangunan-bangunan yang berdiri kokoh, orang kaya menjadi orang hina, keluarga dekat bisa menjadi musuh, dan lain sebagainya dari dampak riba.

Tetapi perlu diperhatikan bahwa tidak semua bentuk tambahan atas modal pokok yang ditransaksikan dilarang dalam Islam. Profit yang didapat dalam suatu usaha juga berpotensi untuk menambah nilai modal pokok, namun profit tersebut tidak dilarang dalam islam.

Lalu, bentuk tambahan bagaimanakah yang sebenarnya dilarang dalam islam?

Pengertian Riba Menurut Para Ahli Fiqih

Pengertian-riba-adalah

Pendapat para ahli fiqih berkaitan dengan pengertian riba, antara lain sebagai berikut. Menurut Al-Mali pengertian riba adalah akad yang terjadi atas pertukaran barang atau komoditas tertentu yang tidak diketahui perimbagan menurut syara’, ketika berakad atau mengakhiri penukaran kedua belah pihak atau salah satu dari keduanya.

Menurut Abdul Rahman Al-Jaziri, pengertian riba adalah akad yang terjadi dengan pertukaran tertentu, tidak diketahui sama atau tidak menurut syara’ atau terlambat salah satunya.

Pendapat lain dikemukakan oleh syeikh Muhammad Abduh bahwa pengertian riba adalah penambahan-penambahan yang disyaratkan oleh orang yang memiliki harta kepada orang yang meminjam hartanya (uangnya), karena pengunduran janji pembayaran oleh peminjam dari waktu yang telah ditentukan.

Perlu diketahui riba ini tidak hanya dilarang oleh agama Islam tetapi agama lain yaitu Hindu, Budha, Yunani, dan Kristen pun melarang perbuatan keji dan kotor ini. Sebagai contohnya, yaitu kristen pada perjanjian baru Injil Lukas ayat 34 menyebutkan:

 “Jika kamu menghutangi kepada orang yang kamu harapkan imbalannya, maka di mana sebenarnya kehormatanmu, tetapi berbuatlah kebaikan dan berikanlah pinjaman dengan tidak mengharapkan kembalinya, karena pahala kamu akan sangat banyak”.

Pengertian Riba : Landasan Hukum Riba

Riba hukumnya adalah haram berdasarkan pada firman-firman Allah swt dan sabda-sabda Rasulullah saw, di antaranya adalah sebagai berikut:

Firman Allah swt:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ 

Artinya: orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (QS. Al Baqarah [2]: 275).

Friman Allah swt lainnnya adalah:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٣٠

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan (QS. Ali Imran [3]: 130).

1. Berbagai sabda Rasulullah saw diantaranya adalah “Allah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, dua orang saksinya, dan penulisnya (sekretarisnya)”. (HR penulis sunan, At Tirmidzi menshahihkan hadits ini)

2. Sabda Rasulullah yang lain: “satu dirham riba yang dimakan seseorang dengan sepengetahuannya itu lebih berat dosanya daripada tiga puluh enam berbuat zina” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

3. Sabda Rasulullah saw: “Riba mempunyai tujuh puluh tiga pintu, pintu yang paling ringan adalah seperti seseorang menikahi ibu kandungan” (HR. Al Hakim dan ia menshahihkannya)

Atau Anda bisa lihat video di bawah ini mengenai penjelasan riba :

Macam Macam Riba yang Harus Diketahui

macam mcam riba

Riba adalah tambahan  uang pada sesuatu komoditas yang khusus, riba terbagi ke dalam dua bagian yaitu riba fadl dan riba nasi’ah. Berikut macam macam riba:

#Riba Tambahan Dalam Jual Beli (Riba Fadl)

Islam melarang riba (bunga) atas jual beli atau perniagaan, pengertian riba tambahan dalam jual beli (riba fadl) adalah jual beli satu jenis barang dari barang-barang ribawi dengan barang sejenisnya dengan nilai (harga) lebih, misalnya: misalnya, jual beli satu kwintal beras dengan satu seperempat kwintal beras sejenisnya, atau jual beli satu sha’ kurma dengan satu setengah sha’ kurma, atau jual beli satu ons perak dengan satu ons perak dan satu dirham.

#Riba Dalam Utang Piutang (Riba Nasi’ah)

Riba dalam utang piutang (nasi’ah) terbagi ke dalam dua bagian, yaitu sebagai berikut:

*Riba jahiliyah, riba inilah yang diharamkan Allah dalam firmannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda (QS. Ali Imran [3]: 130).

Hakikat pengertian riba adalah contohnya seperti ini, si A mempunyai piutang pada si B yang akan dibayar pada suatu waktu. Ketika telah jatuh tempo, si A berkata kepada si B, “engkau melunasi utangmu atau aku beri tempo waktu dengan uang tambahan”.

Jika si B tidak melunasi utangnya pada waktunya, si A meminta uang tambahan dan memberi tempo lagi. Begitulah hingga akhirnya, dalam beberapa waktu, utang si B menumpuk berkali-kali lipat dari utang awalnya.

Di antara bentuk lain riba jahiliyah ialah si A meminjamkan uang sebesar Rp 100.000,- kepada si B hingga waktu tertentu dan si B harus mengembalikan hutangnya plus uang tambahan (riba) sebesar Rp. 150.000,-.

*Riba nasi’ah berasal dari kata fi’il madli nasa’a yang berarti menunda, menangguhkan, menunggu, atau merujuk pada tambahan waktu yang diberikan pada pinjaman dengan memberikan tambahan atau nilai lebih. Dengan demikian, riba nasi’ah identik dengan bunga dan pinjaman.

Baca Juga : Hal Dasar yang Harus Diketahui Dalam Fiqih Muamalah

Contoh, seseorang menjual satu kwintal kurma dengan satu kwintal gandum atau beras hingga waktu tertentu, atau ia menjual sepeluh dinar emas dengan seratus dua puluh dirham perak hingga waktu tertentu.

Contoh Riba Dalam Kehidupan Sehari Hari

contoh riba

Setelah menjelaskan pengertian riba, agar pemahaman tentang riba lebih mudah maka saya akan mencoba memberikan contoh riba real yang biasa terjadi pada kehidupan sehari hari.

a). Misalnya seperti ini, budi ingin meminjam uang kepada hendri. Hen, minjam duit Rp 100 ribu dong, lalu Hendri menjawab boleh, ASALKAN dengan syarat kamu mau mijitin aku sejam.

Nah, hal seperti ini termasuk riba. Jadi, selain Budi harus bayar kewajibannya Rp 100 rb, Budi juga dikenakan tambahan yaitu memijit Hendri selama satu jam, dengan tambahan syarat sebuah pijitan saja HARAM apalagi tambahan uang.

b). Bunga bank konvensional, ketika meminjam uang ke bank kovensional maka peminjam akan dikenakan bunga untuk pembayaran secara angsuran selanjutnya. (Berbeda dengan bank syari’ah yang menggunakan akad murabahah atau pembiayaan, di lain waktu mungkin akan saya tulis)

c). Berikut gambaran mudahnya:

gambaran mudah riba

Kesimpulan

Semoga artikel mengenai pengertian riba, macam macam riba, dan contoh riba ini jelas untuk teman-teman ya. Intinya riba ini sangat tegas dilarang oleh Allah swt dan Rasulullah saw, bahkan Allah dan Rasul menyatakan PERANG kepada para pelaku riba.

Untuk itu, saya mengajak agar bisnis teman-teman bernilai berkah dan halal maka mulai dari sekarang tinggalkan riba yuk.

Semoga Bermanfaat dan Salam Berbagi 🙂

99 Comments

  1. q mau tanya kan… nih q lg bingung n galau… q butuh modal usaha… mau di pinjami teman 20jt. selama 2 tahun, kembali 22jt. itu aq tau klo riba nya 2jt. trus aq gak jadi pinjam. tp aq jg pernah dengar klo lebih besar manfaatnya yaitu usaha ku bs berkembang dgn masukan modal itu, q bs menafkahi keluarga ku, hal itu jadi di perbolehkan asal di awal sudah berniat untuk melunasi nya,,, ibarat gini, dosa nya 20%, tapi kebaikan yg bs qt peroleh stelah itu 80%, jadi masih ada sisa kebaikan 60%. jadi diperbolehkan… sama seperti halnya pembangunan musholah yg menggunakan dana dari bank, dengan pembayaran di cicil dri uang infaq mushola tiap bulannya.

    • Pernah dengar dari mana statement seperti itu kalo boleh tau?

      Dalam bisnis kita tidak tau kedepannya berkembang atau tidak, siapa yg berani menjamin usaha pasti untung? Saya pribadi memandang tetap tidak boleh.

  2. Assalamualikum, mau tanya.. Kalo jual barang itu ambil untungnya maksimal berapa % ya suapaya gak dibilang riba?

  3. Buluk Lukito
    says:

    Assalamu’alaikum
    Mohon pencerahannya, bagaimana hukum bagi peminjam yang pinjam di bank. Karena yang memberi bunga si Peminjam, apakah termasuk makan ribs?
    Terima kasih

  4. Saya mau tanya dirumah ada nabung harian,trus ada simpan pinjam,klo qt pinjem tabungan 100.000 akan dikenakan bunga 10.000 ,trus dimana bunga tersebut pada akhir waktu tabungan selesai,bunga tersebut tuk qt sendiri yg meminjam,sama az seperti simpan pinjam dikoperasi,apakah ni termasuk riba

  5. Assalamualaikum,saya mau tanya,dilingkungan ada tabungan harian,dimana da simpan pinjam,klo mau pinjam 100.000 bunga nya 10%,sampai batas akhir tabungan, bunganya diakumulasi, tuk qt sendiri yg sdh nabung,kayak sistem dikoperasi,apa ni termasuk riba ???

  6. Assalamualaikum, saya mau bertanya, kalo misalkan saya pngen beli mobil, yg harusnya cash nya 100jt, tapi kalo di cicil jadi 120jt apa itu termasuk RIBA ?mohon penjelasan nya

    • Jika akadnya jual beli tidak termasuk RIBA (contohnya si A minta belikan mobil ke B yg harganya 100jt, dan B membelikan/menjual mobil ke A dengan harga 120 jt dengan bayar cicil 5jt perbulan)

      Jika ada dendanya dan dimasukkan kependapatan perusahaan leasing/bank/dll itu termasuk RIBA

  7. Assalamualaikum, bagaimana hukumnya kalau pinjam uang di Bank untuk modal usaha, apakah juga termasuk riba ??

  8. Kak mau nanya
    Sebelumnya saya pinjam bank dan bodo amat tentang riba ( karena rata2 orang punya utang untuk modal usaha ) tapi tiba2 saya sering ketemu kata2 riba,ahirnya kepikiran uang yng saya pinjam dari bank,bagaimana solusinya kalo sudah terlanjur pinjam?

  9. Allhamdulillah nambah ilmu, makasih gan sangat membantu dan sebisa mungin menghindari riba

  10. Saya mau tanya,, saya kerja diperusahaan dan saya dikirim keluar kota,,?
    Terus di tempat saya kerja saya banyak ganggur,, karna kerjaannya mang g tiap hari,,?!
    Apakah gaji bulanan saya trmasuk riba,,?
    Mohon jawabannya,,?

    • Perusahaan seperti apa? Jika yg berbau pinjam meminjam (bank/koperasi/leasing) termasuk bagian yang membantu RIBA dan sama saja dosanya seperti RIBA

      Jika perusahaan biasa, tidak masalah

      Solusi jika kerja di perusahaan riba : Cari pekerjaan yg halal dulu, kemudian resign atau keluar dari yg RIBA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *